Unsur Cahaya Film

Agustus 18, 2009

Pencahayaan dalam dunia visualisasi dapat menghasilkan efek yang dramatis dan imajinatif. Tata cahaya dalam film secara umum dapat dikelompokkan menjadi empat unsur, yakni, kualitas, arah, sumber serta warna cahaya. Keempat unsur ini sangat mempengaruhi tata cahaya dalam membentuk suasana serta mood sebuah film.

Cahaya membentuk obyek dengan menciptakan sisi terang dan sisi bayangan dari sebuah obyek. Sisi terang adalah bagian permukaan obyek yang terkena cahaya sedangkan sisi bayangan adalah bagian permukaan obyek yang tidak terkena cahaya. Sisi terang sangat berpengaruh memperlihatkan bentuk tekstur halus dan kasar. Jika permukaannya halus cenderung memantulkan cahaya dan jika permukaannya kasar cenderung menyebarkan cahaya.

Sementara sisi bayangan terdiri dari dua jenis, yakni bayangan pada obyek dan bayangan dari obyek. Bayangan pada obyek tercipta jika cahaya gagal menerangi seluruh permukaan obyeknya, dalam hal ini umumnya adalah wajah manusia. Permukaan wajah yang dekat dg sebuah lampu minyak atau lilin, mampu memberikan bayangan dari hidung pada bagian pipi. Sementara lampu minyak dan lilin sendiri juga mampu menciptakan bayangan tubuh pada dinding di belakangnya. Hal ini disebut bayangan dari obyeknya.

KUALITAS PENCAHAYAAN

Kualitas cahaya merujuk pada besar kecilnya intensitas pencahayaan. Cahaya terang (hard light) cenderung menghasilkan bentuk obyek serta bayangan yang jelas. Sementara cahaya lembut (soft light) cenderung menyebarkan cahaya sehingga menghasilkan bayangan yang tipis. Sinar matahari atau cahaya lampu yang menyorot sangat tajam merupakan hard light dan cahaya langit yang cerah merupakan soft light.

ARAH PENCAHAYAAN

1. Frontal Lighting : cenderung menghapus bayangan dan menegaskan bentuk sebuah obyek atau wajah karakter.
2. Side Lighting : cenderung menampilkan bayangan ke arah samping tubuh karakter atau bayangan pada wajah.
3. Back Lighting : mampu menampilkan bentuk siluet sebuah obyek atau karakter jika tidak dikombinasikan dengan arah cahaya lain.
4. Under Lighting : ditempatkan di bagian depan bawah karakter dan biasanya pada bagian wajah. Efeknya seperti cahaya senter atau api unggun yang diarahkan dari arah bawah.
5. Top Lighting : sangat jarang digunakan dan pada umumnya untuk mempertegas sebuah benda atau karakter. Top lighting bisa pula sekedar menunjukkan jenis pencahayaan (buatan) dalam sebuah adegan, seperti lampu gantung atau lampu jalan.

SUMBER CAHAYA
Sumber cahaya dilihat pada karakter sumber cahaya, yakni pencahayaan buatan dan pencahayaan natural seperti apa adanya di lokasi setting.

Selama produksi film, sineas umumnya memakai 2 sumber cahaya yakni sumber cahaya utama (key light) dan sumber cahaya pengisi (fill light). Key light merupakan sumber cahaya paling utama serta paling kuat menghasilkan bayangan. Sementara fill light digunakan untuk melembutkan atau menghilangkan bayangan.

WARNA CAHAYA

Warna cahaya secara natural hanya terbatas pada warna putih (sinar matahari) dan kuning muda (lampu). Namun dg menggunakan filter, sineas dapat menghasilkan warna tertentu sesuai dengan keinginannya. Warna cahaya juga dapat digunakan untuk menghasilkan motif – motif tertentu.

Semoga Bermanfaat.
[Dikutip dari buku Memahami Film karya Himawan Pratista dan di ambil dari Blok Finger Kine]

Regard : Panglima

Photography, Kamera SLR

Agustus 18, 2009

Sekilas Tentang kamera SLR

Kamera SLR (single-lens reflex) atau Kamera Refleks lensa tunggal adalah Kamera yang memungkinkan fotografer untuk dapat melihat objek melalui kamera dengan sama persis seperti apa yang ia lihat. Hal ini berbeda dengan kamera non-SLR, dimana pandangan yang terlihat di viewfinder bisa jadi berbeda dengan apa yang ditangkap di film.

Kamera SLR menggunakan Penthaprisma yang ditempatkan di atas jalur optikal melalui lensa ke lempengan film. Cahaya yang masuk kemudian dipantulkan ke atas oleh kaca cermin pantul dan mengenai pentaprisma. Pentaprisma kemudian memantulkan cahaya beberapa kali hingga mengenai jendela bidik. Saat tombol dilepaskan, kaca membuka jalan bagi cahaya sehingga cahaya dapat langsung mengenai film.

Komponen-komponen dalam kamera SLR

Pembidik

Salah satu bagian yang penting pada kamera adalah pembidik (viewfinder).Ada dua sistem bidikan, yaitu:

  • jendela bidik yang terpisah dari lensa (Viewfinder type)
  • bidikan lewat lensa (Reflex type).

Kamera SLR, sesuai dengan namanya (Single Lens Reflex), menggunakan sistem bidikan jenis kedua. Mata fotografer melihat subjek melalui lensa, sehingga tidak terjadi parallax,  yaitu keadaan dimana fotografer tidak melihat secara akurat indikasi keberadaan subjek melalui lensa sehingga ada bagian yang hilang ketika foto dicetak. Keadaan parallax ini pada dasarnya terjadi pada pemotretan sangat close up dengan menggunakan kamera viewfinder. Jendela Bidik

Jendela bidik

merupakan sebuah kaca yang di dalamnya tercantum banyak informasi dalam pemotretan. Jendela bidik memuat penemu jarak (range-finder), pilihan diafragma, shutter speed, dan pencahayaan (exposure).

Lensa

Dalam fotografi, lensa berfungsi untuk memokuskan cahaya hingga mampu membakar medium penangkap (film). Di bagian luar lensa biasanya terdapat tiga cincin, yaitu cincin panjang fokus (untuk lensa jenis variabel), cincin diafragma, dan cincin fokus.

Sumber : wikipedia.  Semoga Bermanfaat.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.